Postingan

#SuratUntukBapak: Abi

Gambar
Bapakku, aku memanggilnya Abi. Assalamualaikum Bi. Apa kabar? Sudah lama sekali rasanya aku tidak bertemu denganmu. Sekedar menyapa dan menanyakan kabarmu pun rasanya sangat jarang aku lakukan. Tidak. Bukan berarti aku lupa padamu, Bi. Abi justru selalu ada disetiap doa yang aku panjatkan. Abi dan Umi. Bi? Aku ingin bertemu denganmu. Terkadang aku bertanya-tanya, rindukah engkau pada anakmu ini? Jarak yang memisahkan aku dan Abi bertahun-tahun membuat aku kehilangan sosok Abi yang sebenarnya. Meskipun memang Abi sering pulang ke rumah dalam 3 bulan sekali, tetapi tetap saja aku merasa ada sesuatu yang hilang. Sejujurnya, aku ingin sekali menceritakan keluh kesahku, kehidupanku, dan berdiskusi tentang apapun, sekecil apapun itu hal yang aku alami kepadamu bi. Tak bisakah kau meluangkan sedikit waktumu untukku? Apa kau sesibuk itu? Aku tahu, kau berjuang disana demi diriku, demi keluarga. Tetapi tetap saja.. Ah mungkin aku terlalu egois. Aku terlalu haus akan kasih sayang d...

Last but not Least

Gambar
Finally. Tak terasa -sebenernya ngga juga sih. berasa banget justru- hari ini sudah menginjak hari ke 30 #30HariMenulis. Akhirnya.. Setelah berhari-hari berasa dikejar deadline nulis tiap hari dan karena panik takut disuruh bayar 10ribu ujung-ujungnya malah banyak nulis ngasal. Tetapi mulai hari ini, tidak lagi. Karena akhirnya semua berakhir di hari ini. Hari ke 30. Yeye! Ngga tau tulisan mana ntar yang bakal dipilih. Soalnya kok kayaknya tulisanku malah ngasal semua deh kayaknya. Oke berhubung ini hari terakhir jadi mending basa-basi aja. Apa ya? Pengennya sih hari terakhir tuh nulis tulisan yang 'bener' dikit. Yang layak untuk dibaca. Namun berhubung tulisannya belum bikin karena ngga ada waktu nulis dan sekarang mumpung lagi wifian gratis, jadi mending sekarang aja deh. Nulis apa tapi ya? Yaudah lah ya kembali ke prinsip 30HariMenulis, yang penting nulis daripada bayar. Ini juga namanya tulisan kan? Yaudah. Hikmah yang bisa diambil dari project ini adalah, jadi...

Lupa

Gambar
Hari ini hari minggu. Dan aku lupa hari ini hari minggu. Itu artinya hari ini seharusnya aku masih tergeletak manja di atas kasur tanpa harus buru-buru mandi dan kelelahan karena berlari ke sekolah secepat yang aku bisa dengan laptop dan buku tebal di tasku seperti tadi. Iya. Aku lupa ini hari minggu. Dan aku baru ingat ketika aku sudah berdiri di depan pintu kelas. Memandang ke arah jendela dan melihat di dalam kelas tidak ada siapa-siapa disana. Aku sempat terdiam sejenak ketika Mang Asep memanggilku dari belakang.  “neng Hana. Hari ini teh hari minggu. Neng Hana kenapa malah sekolah?” katanya dengan logat sundanya yang kental. Aku hanya nyengir sambil garuk-garuk kepala. “aku lupa mang.” Kataku. Mang Asep berdecak sambil geleng-geleng kepala. Aku menghela nafas panjang. Aku kira hari ini hari Senin. Padahal aku sudah berat-berat bawa laptop karena kukira hari ini ada presentasi. Tapi, tunggu. Daripada aku pulang ke rumah dengan tangan hampa, kenapa tidak pergi ke perpu...

Nostalgila

Gambar
Hal yang menyenangkan hati banyak sekali bahkan kalau kita bermimpi Sekarang ganti baju, agar menarik hati ayo kita mencari teman - chibi maruko chan Karena Hachi anak yang sebatang kara, pergi mencari ibunya Di malam yang sangat dingin, teringat mama Walaupun kesepian, hati tetap gembira - Hachi Tetapi Kalau begini aku pun jadi sibuk berusaha mengejar-ngejar dia Matahari menyinari semua perasaan cinta Tapi mengapa hanya aku yang dimarahi? - Shinchan Padahal Aku ingin begini aku ingin begitu  ingin ini ingin itu banyak sekali  Semua semua semua dapat dikabulkan  dapat dikabulkan dengan kantong ajaib - Doraemon Tapi aku harus.. Mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudra bersama teman bertualang - Ninja Hatori Jadi kuharap.. Datanglah oh Pi Men Datanglah ke rumahku Datanglah oh Pi Men  ke dalam hatiku - PMan Sehingga Cahaya cinta perlahan menyilaukan  itulah mimpi ...

Nonton RM?

Gambar
Kadang agak gimana gitu, merelakan kuliah demi nonton itu. Sering kepikiran. Ampir tiap hari. Coba kalo nontonnya hari libur mah its okay, very okay. Tapi ini ada kuliah. pek siah. Kadang otak warasku ngomel sendiri akhir-akhir ini. Kamu kesini ngapain? Kuliah bukan? Ngapain buang-buang duit buat nonton hal yang ngga penting begitu dan malah bolos? Entahlah. Mungkin saat itu (Pas beli tiket) otak ku sudah terhipnotis oleh kata-kata temanku. Sebut saja Asem. Si Jurig running man. Penggila Running Man. Dan aku juga sih, tapi itu dulu. Sekarang? Masih. Tapi ngga separah Asem. Si asem ini maksa-maksa buat ikut nonton RM di GBK. Ya aku mau banget lah. Cuman harganya itu loh Gusti awis pisan. Mikir berkali-kali. Berhari-hari. Tapi karena si Asem ampir tiap ari telpon melas-melas biar aku ikut nonton nemenin dia, dan mungkin entah kenapa setan-setan waktu itu (sebelum beli tiket) kayaknya lagi demen banget mempengaruhi aku si gadis lugu nan polos ini biar beli tiket. Dan akhirnya tanp...

Lalu apa? Lalu bagaimana?

Gambar
Terikat. Disekap. Tak bisa bergerak Kemudian berlari, melepas tambang yang mengikat dengan gigi Hingga berdarah-darah Lalu apa? Lalu bagaimana? Berlari tanpa arah Kadang menyesal Kenapa harus lari? Kenapa tidak diam saja? Biar diikat dan disekap Tetapi tidak akan kebingungan seperti ini Lalu apa? Lalu bagaimana? Sudah terlanjur berdarah dan berlari Hanya akan merobek harga diri jika kembali Karena otak bodoh yang egois Beginilah jadinya Pergi tanpa berfikir Lalu apa? Lalu bagaimana? Sudahlah Sudah terlanjur pergi Terus saja berjalan Meski tanpa alas Menginjak kerikil, pasir panas, dan pecahan kaca Hadapi saja. Tantang mereka Kau sudah memilih jalan ini Lalu apa? Lalu bagaimana? Buktikan Karena kau sudah berlari Buktikan bahwa itu tidak sia-sia Kau akan kembali membawa diri dengan senyum mengembang di wajahmu Memandang yakin pada dirimu Buktikan dirimu mampu berdiri sendiri Melewati jalan itu meski penuh duri 

Jangan lari jangan mengejarku

Gambar
Kenapa kau lari? Karena dirimu Apa seseorang mengejarmu? Jangan kejar aku Mana? Siapa dia yang mengejarmu ? Itu kau! Aku berlari darimu dasar bodoh! Akan aku habisi dia! Iya, habisi saja dirimu sendiri Tunggu. Kenapa larimu semakin cepat? Jangan kejar aku lagi Hei! Hei! Kau mau kemana? Kau tak perlu tahu Jangan lari. Aku akan terus berlari Jelaskan dulu padaku apa yang sebenarnya terjadi. Aku tidak ingin menjelaskan apa-apa Apa yang membuatmu lari? Kau yang membuatku seperti ini Apa kau takut? Aku takut Siapa yang kau takuti? Aku takut padamu, kau tau? Tenang saja, aku akan melindungimu. Aku tidak butuh perlindunganmu karena kau yang aku takuti! Tolong berhentilah. Aku tidak akan pernah berhenti jika kau terus mengejarku Hei!. Hei! Kau mau kemana? Menjauh darimu. Pergi sana! Apa kau sedih? Iya Ceritakan padaku. Aku ingin menceritakan semuanya, tapi tidak kepadamu Aku akan mendengarkan semuanya. Apa kau tuli? Aku tidak akan menceritakannya ...

Lihat kesini!

Gambar
Entah siapa yang kurindu Entah siapa yang sedang kunanti saat ini Di tengah hujan gerimis yang bertahun tak berhenti Dan awan kelabu yang seakan memberi kabar bahwa seseorang yang sedang ku tunggu  tidak akan pernah datang  Aku sendirian Tidak sudi kah kau sekadar melihat kesini?  ke arahku?  Tidak kah kau punya sedikit rasa kasihan saja kepadaku? Aku tidak peduli terlihat menyedihkan karena kau kasihani Tapi setidaknya kau melihatku Menganggapku ada.  Disini Aku benci sendirian Aku benci kesepian  karena aku merasa aku begitu payah Jadi tolong,  Lihatlah kemari Iya. Kearahku Kasihani aku karena aku membutuhkanmu 

Hurt

Gambar
“Every time i’ve ever put myself outhere, i’ve gotten hurt. Every time” –When in Rome. That words mean a lot for me. Its like... ketika aku berusaha menutup diri, lalu ada seseorang yang menarikku keluar dari tempat itu. Memandangku dengan tatapan hangat. Mendengarkan keluh kesahku. Tersenyum di hadapanku. Dia berjalan mendekat, semakin dekat, merangkulku, lalu kemudian pergi meninggalkanku secara tiba-tiba. And then i hurt. Bayangkan, Ketika dia semakin mendekat, dan aku perlahan membuka hatiku lagi, kemudian dia pergi. Begitu saja. Tanpa sepatah katapun. Dan ini terjadi tidak hanya satu kali. Bukan hanya dengan orang itu. Sebelum itu aku pernah mengalami hal yang sama. Karena itu aku berusaha menutup diri. Tapi orang itu.. dia berhasil membobol tembok besar dan tebal yang ada dalam pertahananku. Tembok yang kubuat untuk mengahalangi siapapun yang berusaha mendekat. Tembok itu roboh. Entah apa yang dia bawa hingga dia berhasil meruntuhkan tembok itu dan memberikanku harapan, ...

Negatif

Gambar
Garis pendek yang mengambang Sudah mendarah daging disini Membuat semua berfikir sama dimatanya Buruk Apapun  yang dia lihat dirasanya buruk Padahal belum tentu Semua negatif, katanya Hidupnya seakan diburu Padahal mereka diam Ya karena negatif Dalam darahnya Terpatri garis pendek yang mengambang Dan sulit untuk dihilangkan