Postingan

Menampilkan postingan dengan label #ceritanya sih cerpen

Lupa

Gambar
Hari ini hari minggu. Dan aku lupa hari ini hari minggu. Itu artinya hari ini seharusnya aku masih tergeletak manja di atas kasur tanpa harus buru-buru mandi dan kelelahan karena berlari ke sekolah secepat yang aku bisa dengan laptop dan buku tebal di tasku seperti tadi. Iya. Aku lupa ini hari minggu. Dan aku baru ingat ketika aku sudah berdiri di depan pintu kelas. Memandang ke arah jendela dan melihat di dalam kelas tidak ada siapa-siapa disana. Aku sempat terdiam sejenak ketika Mang Asep memanggilku dari belakang.  “neng Hana. Hari ini teh hari minggu. Neng Hana kenapa malah sekolah?” katanya dengan logat sundanya yang kental. Aku hanya nyengir sambil garuk-garuk kepala. “aku lupa mang.” Kataku. Mang Asep berdecak sambil geleng-geleng kepala. Aku menghela nafas panjang. Aku kira hari ini hari Senin. Padahal aku sudah berat-berat bawa laptop karena kukira hari ini ada presentasi. Tapi, tunggu. Daripada aku pulang ke rumah dengan tangan hampa, kenapa tidak pergi ke perpu...

Late Confession

Gambar
kau tahu Billy? Aku menyukaimu. Sejak Lama. Suara Tessa terngiang-ngiang ditelingaku. Bebapa jam yang lalu, Tessa ada dihadapanku, mengucapkan kalimat itu padaku. Tetapi aku malah diam, tidak bergeming. Perasaanku bercampur-aduk saat Tessa, gadis idamanku sejak lama, menyatakan bahwa ia menyukaiku. Apa ini mimpi?  “kau kenapa Bil? Aku lihat Tessa tadi kesini bukan? Apa yang dia katakan hingga membuat kau berubah menjadi pendiam seperti ini?” Joan, sahabatku menepuk pundakku pelan. Aku terdiam sejenak. Aku masih belum percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Aku seakan berada di alam mimpi. “dia menyukaiku Jo. Dia bilang dia menyukaiku.” Joan menoleh. Alis matanya terangkat dan matanya yang bulat terbuka lebar. “Apa? Tessa menyukaimu Bil? Astaga. Itu kabar baik! Sudah aku katakan dari dulu bahwa Tessa itu juga menyukai kau. Kau ini tidak percaya kali dengan sobatmu ini. Lalu kau jawab apa? apa yang akan kau lakukan sekarang?” kata Joan lagi dengan logat bataknya ya...

Secret Admirer

Gambar
Sudah dua jam berlalu dan hujan deras dilluar masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti mengguyur kota yang padat ini. Aku terjebak di sebuah  cafe kecil, Azure Cafe,  yang letaknya memang tidak terlalu jauh dengan apartemenku. Sebenarnya aku tidak benar-benar terjebak. Aku bisa saja pulang ke apartemenku dengan jazz yang ku bawa, ditambah lagi jarak dari cafe ini ke apartemenku hanya berjarak sekitar 10menit jika berjalan kaki. Tetapi aku sengaja mampir ke cafe ini, menghindari jadwal padatku, mengurangi beban di kepalaku, dan sedikit menghibur diri di hari ulang tahunku dengan mendengar suaramu. Iya, kamu. Sudah beberapa bulan ini aku sering menghabiskan waktu luangku di akhir pekan di Azure cafe, hanya demi mendengar suaramu. Kau, seorang penyanyi kafe bermata sendu, bertubuh jangkung, dengan lingkar mata panda yang terlihat jelas di wajahmu. Apa kau suka begadang? Kesan pertama saat aku melihatmu memang tidak ada yang spesial di dirimu. Kau justru terlihat me...

Another Best Day

Gambar
Maaf.. Aku membanting keras   handphone ku ke lantai setelah membaca pesan itu darimu. Lagi-lagi. Aku marah. Sangat marah. Tapi separuh hatiku luluh. Entah untuk keberapa kalinya kau minta maaf, dan aku memaafkanmu dalam sebulan ini. Kau tidak hadir di Hari kelulusanku,aku memaafkanmu. Kau lupa hari ulang tahunku, yang mungkin menurutmu sepele tapi itu penting untukku, aku memaafkanmu. Membiarkanmu mengarang segala macam alasan karena aku telah menunggu berjam-jam hanya untuk bertemu denganmu? Aku memaafkanmu. Apa lagi sekarang? Aku memergokimu bergandengan tangan mesra dengan Eli, sahabatku sendiri. Kau benar-benar keterlaluan. Kenapa kau berubah seperti ini? Tangisku pecah. Aku marah dengan diriku sendiri. Bagaimana bisa aku selama sebulan ini, begitu bodoh memaafkan tingkah laku fatalmu. Dan bagaimana bisa separuh hatiku masih saja luluh dengan sepatah kata maaf darimu. Aku tidak mengerti. Aku sudah benar-benar lelah. Kau bukan orang seperti ini setauku. Hubungan kita...