Postingan

Nonton RM?

Gambar
Kadang agak gimana gitu, merelakan kuliah demi nonton itu. Sering kepikiran. Ampir tiap hari. Coba kalo nontonnya hari libur mah its okay, very okay. Tapi ini ada kuliah. pek siah. Kadang otak warasku ngomel sendiri akhir-akhir ini. Kamu kesini ngapain? Kuliah bukan? Ngapain buang-buang duit buat nonton hal yang ngga penting begitu dan malah bolos? Entahlah. Mungkin saat itu (Pas beli tiket) otak ku sudah terhipnotis oleh kata-kata temanku. Sebut saja Asem. Si Jurig running man. Penggila Running Man. Dan aku juga sih, tapi itu dulu. Sekarang? Masih. Tapi ngga separah Asem. Si asem ini maksa-maksa buat ikut nonton RM di GBK. Ya aku mau banget lah. Cuman harganya itu loh Gusti awis pisan. Mikir berkali-kali. Berhari-hari. Tapi karena si Asem ampir tiap ari telpon melas-melas biar aku ikut nonton nemenin dia, dan mungkin entah kenapa setan-setan waktu itu (sebelum beli tiket) kayaknya lagi demen banget mempengaruhi aku si gadis lugu nan polos ini biar beli tiket. Dan akhirnya tanp...

Lalu apa? Lalu bagaimana?

Gambar
Terikat. Disekap. Tak bisa bergerak Kemudian berlari, melepas tambang yang mengikat dengan gigi Hingga berdarah-darah Lalu apa? Lalu bagaimana? Berlari tanpa arah Kadang menyesal Kenapa harus lari? Kenapa tidak diam saja? Biar diikat dan disekap Tetapi tidak akan kebingungan seperti ini Lalu apa? Lalu bagaimana? Sudah terlanjur berdarah dan berlari Hanya akan merobek harga diri jika kembali Karena otak bodoh yang egois Beginilah jadinya Pergi tanpa berfikir Lalu apa? Lalu bagaimana? Sudahlah Sudah terlanjur pergi Terus saja berjalan Meski tanpa alas Menginjak kerikil, pasir panas, dan pecahan kaca Hadapi saja. Tantang mereka Kau sudah memilih jalan ini Lalu apa? Lalu bagaimana? Buktikan Karena kau sudah berlari Buktikan bahwa itu tidak sia-sia Kau akan kembali membawa diri dengan senyum mengembang di wajahmu Memandang yakin pada dirimu Buktikan dirimu mampu berdiri sendiri Melewati jalan itu meski penuh duri 

Jangan lari jangan mengejarku

Gambar
Kenapa kau lari? Karena dirimu Apa seseorang mengejarmu? Jangan kejar aku Mana? Siapa dia yang mengejarmu ? Itu kau! Aku berlari darimu dasar bodoh! Akan aku habisi dia! Iya, habisi saja dirimu sendiri Tunggu. Kenapa larimu semakin cepat? Jangan kejar aku lagi Hei! Hei! Kau mau kemana? Kau tak perlu tahu Jangan lari. Aku akan terus berlari Jelaskan dulu padaku apa yang sebenarnya terjadi. Aku tidak ingin menjelaskan apa-apa Apa yang membuatmu lari? Kau yang membuatku seperti ini Apa kau takut? Aku takut Siapa yang kau takuti? Aku takut padamu, kau tau? Tenang saja, aku akan melindungimu. Aku tidak butuh perlindunganmu karena kau yang aku takuti! Tolong berhentilah. Aku tidak akan pernah berhenti jika kau terus mengejarku Hei!. Hei! Kau mau kemana? Menjauh darimu. Pergi sana! Apa kau sedih? Iya Ceritakan padaku. Aku ingin menceritakan semuanya, tapi tidak kepadamu Aku akan mendengarkan semuanya. Apa kau tuli? Aku tidak akan menceritakannya ...

Lihat kesini!

Gambar
Entah siapa yang kurindu Entah siapa yang sedang kunanti saat ini Di tengah hujan gerimis yang bertahun tak berhenti Dan awan kelabu yang seakan memberi kabar bahwa seseorang yang sedang ku tunggu  tidak akan pernah datang  Aku sendirian Tidak sudi kah kau sekadar melihat kesini?  ke arahku?  Tidak kah kau punya sedikit rasa kasihan saja kepadaku? Aku tidak peduli terlihat menyedihkan karena kau kasihani Tapi setidaknya kau melihatku Menganggapku ada.  Disini Aku benci sendirian Aku benci kesepian  karena aku merasa aku begitu payah Jadi tolong,  Lihatlah kemari Iya. Kearahku Kasihani aku karena aku membutuhkanmu 

Hurt

Gambar
“Every time i’ve ever put myself outhere, i’ve gotten hurt. Every time” –When in Rome. That words mean a lot for me. Its like... ketika aku berusaha menutup diri, lalu ada seseorang yang menarikku keluar dari tempat itu. Memandangku dengan tatapan hangat. Mendengarkan keluh kesahku. Tersenyum di hadapanku. Dia berjalan mendekat, semakin dekat, merangkulku, lalu kemudian pergi meninggalkanku secara tiba-tiba. And then i hurt. Bayangkan, Ketika dia semakin mendekat, dan aku perlahan membuka hatiku lagi, kemudian dia pergi. Begitu saja. Tanpa sepatah katapun. Dan ini terjadi tidak hanya satu kali. Bukan hanya dengan orang itu. Sebelum itu aku pernah mengalami hal yang sama. Karena itu aku berusaha menutup diri. Tapi orang itu.. dia berhasil membobol tembok besar dan tebal yang ada dalam pertahananku. Tembok yang kubuat untuk mengahalangi siapapun yang berusaha mendekat. Tembok itu roboh. Entah apa yang dia bawa hingga dia berhasil meruntuhkan tembok itu dan memberikanku harapan, ...

Negatif

Gambar
Garis pendek yang mengambang Sudah mendarah daging disini Membuat semua berfikir sama dimatanya Buruk Apapun  yang dia lihat dirasanya buruk Padahal belum tentu Semua negatif, katanya Hidupnya seakan diburu Padahal mereka diam Ya karena negatif Dalam darahnya Terpatri garis pendek yang mengambang Dan sulit untuk dihilangkan

Late Confession

Gambar
kau tahu Billy? Aku menyukaimu. Sejak Lama. Suara Tessa terngiang-ngiang ditelingaku. Bebapa jam yang lalu, Tessa ada dihadapanku, mengucapkan kalimat itu padaku. Tetapi aku malah diam, tidak bergeming. Perasaanku bercampur-aduk saat Tessa, gadis idamanku sejak lama, menyatakan bahwa ia menyukaiku. Apa ini mimpi?  “kau kenapa Bil? Aku lihat Tessa tadi kesini bukan? Apa yang dia katakan hingga membuat kau berubah menjadi pendiam seperti ini?” Joan, sahabatku menepuk pundakku pelan. Aku terdiam sejenak. Aku masih belum percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Aku seakan berada di alam mimpi. “dia menyukaiku Jo. Dia bilang dia menyukaiku.” Joan menoleh. Alis matanya terangkat dan matanya yang bulat terbuka lebar. “Apa? Tessa menyukaimu Bil? Astaga. Itu kabar baik! Sudah aku katakan dari dulu bahwa Tessa itu juga menyukai kau. Kau ini tidak percaya kali dengan sobatmu ini. Lalu kau jawab apa? apa yang akan kau lakukan sekarang?” kata Joan lagi dengan logat bataknya ya...

Aku lelah

Gambar
Aku akan hilang Dasar kau pengecut Aku memang pengecut Apa kau sudah gila? Belum. Dan tidak akan menjadi gila Dimana kau taruh otakmu hah? Disini, di kepalaku. Terlindungi dari sinar matahari yang bisa membakar kulitmu Kau seperti anak teka, kau tau? Aku tidak peduli Sampai kapan kau hanya berdiam di zona yang kau fikir aman itu? Selamanya Dasar bodoh. Kapan kau akan menjadi dewasa? Ini hidupku. Aku yang menentukan kemana akan berjalan Kau sudah terlalu lama berjalan lurus, terlalu mainstream Aku tahu, yang penting aku aman Belum tentu Aku tidak peduli! Kau memang keras kepala, egois Apa? Aku egois? Apa kau tahu aku sudah terlalu sering mengorbankan perasaanku sendiri untuk menjaga perasaan orang lain? Kau tahu seberapa tersiksanya aku ketika aku harus berpura-pura padahal aku begitu marah? Sudah berkali-kali aku melakukan hal itu. Apa kau masih mau berkata aku ini egois? Berhentilah bersikap kekanak-kanakan Aku tidak bersikap begitu Lalu k...

Penyesalan di tengah semak belukar

Gambar
Penyesalan perlahan muncul kedasar hati Apa? Apa yang disesali? Tidak perlu ada yang disesali Kau memang seharusnya tidak disini Tapi berjalan di jalur yang sudah ada Hanya saja kau terlanjur tergelincir ke dalam lumpur penghisap Diam. Jangan bergerak Agar kau bisa keluar dari sana Jangan menangis dan menyesal  meratapi dirimu sendiri di tengah semak belukar di hutan ini Tidak perlu menyesal Bertemu hewan liar dan terhisap lumpur Tidak perlu menyesal karena ini takdir kau sudah terlanjur memilih meskipun hutan memang gelap, banyak semak belukar, dan hewan liar Jangan lari! Karena kau akan semakin tersesat Percayalah, didalam keliaran hutan ini Banyak bunga langka yang indah akan kau temui Kau tidak akan menyesal Teruslah berjalan, jangan lihat ke belakang dan di ujung sana, nantinya kau akan keluar dari hutan ini merubah pandangan dunia akan gelapnya hutan

Ngga usah dibaca, ngga penting #3

Gambar
Tulisan ini ngga penting kok. Serius. Cuman coretan keluh kesah gue di hari yang mendung ini. Sebenernya ngga bener-bener mendung, panas banget malah. Matahari tuh rasanya cuman jarak satu jengkal dari kulit. Tapi ngga tau, bawaannya gloomy aja. Lagi bad mood kayaknya. Anyway karena ini tulisan isinya keluhan gue doang, jadi bagi readers yang punya aktifitas lain yang lebih penting dari baca blog gue yang super ngga penting ini, mending mengurungkan niatnya deh. Mending pergi kemana kek gitu, ngerjain tugas atau apa kek kerjaan yang lebih bermanfaat. Karena tulisan ini sama sekali ngga ada manfaatnya buat readers. Serius! Ngga percaya? Terserah deh. Yang penting udah diingetin kalo tulisan ini emang ngga layak untuk dibaca. Oke, jadi ada apa dengan hari ini? Ngga tau. Ngga ada apa-apa sih sebenernya. Cuman kok kayaknya mood gue naik turun terus dari pagi. Seperti yang udah gue ceritain di tulisan gue sebelum ini, gue emang moody-an orangnya. Bisa seneng dan sedih seketika karena ...