Postingan

A Lesson: Menghadapi Rasa Sakit Hati

Gambar
  Setiap orang pernah sakit hati, atau mungkin menyakiti orang lain, secara sadar ataupun tidak. Dan sungguh sebuah perasaan yang sangat tidak menyenangkan adalah ketika kita jadi orang yang disakiti.Ya namanya sakit, mana ada yang enak sih. Sebagian orang bisa dengan cepat memaafkan kesalahan orang lain ketika dia disakiti. Sementara sebagian lainnya, ada yang mungkin secara lisan bilangnya udah maafin, tapi rasa sakitnya terus bertahan berlarut-larut, bahkan untuk bisa benar-benar memaafkan pun rasanya sulit. Which one are you? Mine is: yang kedua. Ketika seseorang punya kesalahan yang bikin aku sakit hati, aku bisa dengan mudah bilang “iya gpp ko”. But the heart never lies, karena kalau udah beneran sakit hati, aku bisa menyimpan rasa sakitnya sampai bertahun-tahun . Unless.. orang yang nyakitin itu beneran nunjukkin kalau dia merasa bersalah.   Easy to forgive, not to forget. Karena memori yang menyakitkan itu jauh lebih membekas dalam ingatan dibandingkan memori me...

Aku dan Masa Laluku

Gambar
Beberapa waktu yang lalu aku mengikuti sesi meditasi sederhana dalam sebuah acara. Bukan meditasi juga sik. Apaan ya namanya. Pokoknya yang disuruh merem, terus pembawa acaranya nyuruh kita membayangkan hal-hal yang menyedihkan sampai akhirnya nangis massal. Semacam ESQ-ESQ-an. Dulu sempet mempan nangis dengan cara di-beginiin, tapi beberapa tahun belakangan, malah ngantuk dan greget buat buka mata setiap ada sesi muhasabah diri seperti ini. Berbeda dengan sesi terakhir kemarin. Entah karena lagi gundah tapi nggak dirasa, atau karena udah lama nggak nangis, sesi muhasabah-diri-ala-ala itu malah bikin mbrebes mili . Serius. Gak ada air mata menggenang lama trus netes satu-satu, tapi langsung mbrodol nangis bahkan ketika otak memerintah “eh ngapa lu nangis sih elah. Ga usah”. Atau mungkin, kali ini hati yang memerintah (?). Gak tau juga sih secara keilmuan biologis apa bisa begitu, atau gimana entah. Tapi jujur itu pertama kalinya aku nangis lagi sampai se-sakit itu setelah se...

Urang Desa jadi Cah Batavia

Gambar
Sebagai seorang introvert, sejujurnya, aku benci dengan keramaian. Ditambah lagi dengan mata yang kebetulan minus (dan ogah pake kaca mata), bikin kepalaku pusing kalo di tengah keramaian soalnya semua wajah-wajah manusia tampak kembar seketika. Blurrrrr Bulan ini, tepat satu tahun aku tinggal di sebuah kota yang sangat identik dengan keramaian dan kepadatannya. Yup. Jakarta. Hey! Bulan ini Jakarta juga ultah ya? Well happy birthday ibu kota! Dulu, aku pernah punya prinsip untuk nggak jadi salah satu manusia yang semakin memadati kota yang udah padat ini. Lagi pula, apa bagusnya kota ini? Oke, selain transportasi umum nya yang lebih memadai dari kota lain, dan deretan gedung-gedung megah yang menampakkan cahaya cantik ketika gelap, kota ini nggak punya hal yang begitu menjanjikan buatku. Terutama macet, banjir, dan kepadatan manusia-manusia di kota ini yang bikin aku semakin yakin untuk nggak bakal pernah berdomisili di Jakarta. Daerah asalku Tasikmalaya jauh lebih cocok untuk diti...

Review Buku Rentang Kisah by Gitasav, So Inspiring

Gambar
Berawal dari nonton vlog nya tentang Kuliah di Jerman, akhirnya saya mengenal sosok Gita Savitri Devi atau dikenal juga dengan nama Gitasav. Pertama kali nonton vlog Gitasav ini cukup berkesan. Selain memang kontennya yang informatif, yang paling menarik dari Gita ini adalah hijabnya. Ya, saya tipikal orang yang seneng aja gitu liat cewek Indo tinggal di luar negeri tapi berhijab. Gak tau kenapa.. Lebih dari itu, pertama kali saya jadi fans Gitasav adalah ketika nonton vlog nya Gita di segmen beropini. Disitu saya jadi semakin kagum karena dia menjadi sosok influencer media sosial yang (menurut saya) patut diteladani di tengah maraknya influencer yang seringkali mem-publish konten yang (menurut saya) isinya haha-hihi doang. Beberapa opini nya Gita yang saya inget itu ada opini tentang kasus First Travel, Islam di Jerman, rasisme, tentang berhijab, sama yang terbaru itu tentang kasus pelecehan agama. Buat yang penasaran, bisa cari channel nya Gita Savitri Devi di Youtube. Jangan ...

Dari Masalah, Jadilah Bahagia

Gambar
Hidup itu unik. Kadang suka amaze sendiri saat lagi di tengah-tengah tempat rame dan tanpa sadar nge- scanning orang-orang di sekitar. Amaze karena membayangkan setiap orang di sana masing-masing punya kisah hidup yang beda-beda, dari yang manis sampai yang pahit. Contohnya, coba lihat headline-headline di TV, acara infotainment, berita, atau di medsos macem Line Today, ada Song Jong Ki yang lagi happy habis nikah, ada pegawai bank yang tewas di begal, ada artis yang digugat cerai, ada anak mencari ibunya yang hilang karena tragedi kebakaran pabrik mercon, ada anak Jokowi yang mau nikah.. dan banyak lagi kisah unik yang beda-beda menimpa masing-masing orang di muka bumi ini. Dan di saat aku merasa masalah yang ku alami jadi yang teramat sangat berat dan akhirnya compare sama idupnya orang yang selalu happy (kelihatannya), ternyata itu salah. Setiap orang itu punya kisahnya sendiri, punya masalah sendiri yang sama beratnya. Hanya saja ceritanya aja yang beda-beda. Dalam Al Q...

Gini Tah Rasanya Jadi Mahasiswa

Gambar
Seseorang pernah berkata ‘ kamu akan benar-benar merasa memiliki sesuatu ketika kamu sudah kehilangannya’ . Dan aku sangat setuju dengan pernyataan itu. Konteksnya kali ini adalah masalah status. Bukan status dalam artian lajang/menikah/duda/janda/ atau in complicated relationship macem di Facebook gitu lho ya, tapi kali ini yang akan aku bahas adalah status sebagai mahasiswa rantau. Percaya deh, jadi mahasiswa itu enak banget dan statusnya wajib banget untuk dimanfaatin. Dan sekarang ini aku lagi kangen-kangennya sama kostan, kampus, dan segala tetekbengek yang menggelayut dalam hidupku kemarin selama berstatus sebagai mahasiswa rantau. Padahal, pas masih jadi mahasiswa kemarin kayaknya tuh apa-apa ngeluh. Capek rapat lah, tugas ga kelar-kelar lah, cucian baju numpuk, belom bayar listrik kostan, dosen susah banget ditemuin, bingung mau makan di mana, dan lalala lainnya yang biasa dirasain sama mahasiswa. Bener deh, hal-hal kaya gitu itu harusnya jangan dikeluhkan, nikmatin. K...

Pemping and The Squad

Gambar
Pemping, sebuah tanah antah berantah yang sebelumnya bahkan belum pernah terdengar namanya olehku. Siapa sangka pulau mungil di ujung perbatasan Indonesia-Singapore ini bisa benar-benar berarti dalam kehidupanku. Berawal dari seleksi KKN Kebangsaan 2016, yang bisa dibaca dipostinganku sebelumnya , akhirnya nama Pemping kini bukan lagi sekedar sebuah pulau kecil yang asing, namun menjadi salah satu tempat penuh kenangan yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidup. Sedikit cerita, tergabung dalam kelompok KKN Kebangsaan 2016 mewakili almamaterku ke luar sana sebenarnya menjadi beban yang teramat berat. Siapa sangka ternyata interview singkat hasil iseng-iseng yang aku lakukan ketika seleksi delegasi KKN justru berhasil membuat interviewer meloloskanku menjadi salah satu delegasi Unsoed untuk melakukan KKN di tanah terpencil. Padahal aku merasa tidak layak mendapatkan kesempatan ini. Namun sekali lagi, Tuhan yang Maha Baik nampaknya memberikanku kesempatan luar biasa untuk dipert...

Wait For Me, Kepri

Gambar
Hi there! Sudah sekian lama tak menjamah blog ini, dan tiba-tiba ditengah kesenduan malam aku merasa sudah saatnya kamu diurus nak (red: blog ini). Well then, untuk postingan pertama aku dari setelah sekian lama tak bersua, kali ini aku ingin coba curhat tentang Kepri. Yup. Tempat yang insyaAllah akan aku kunjungi pada akhir bulan Juli nanti. Another challenging chance yang aku dapatkan dari Tuhan. Alhamdulillah.. Kisah ini berawal dari seorang teman yang memberikan informasi tentang seleksi KKN Kebangsaan ke Kepulauan Riau. Pas pertama denger, cukup tertarik karena katanya gratis. Berhubung beberapa bulan terakhir ini aku memang sedang menjadi orang yang sangat-super-duper-ekstra-irit so kata gratis menjadi salah satu daya tarik utama aku untuk akhirnya apply di KKN Kebangsaan Kepri 2016. Selain karena gratis (meski ternyata cuman transportasi pp nya aja), KKN di luar pulau Jawa juga sebenernya pernah menjadi salah satu hal yang pernah ada dalam lamunanku, entah kapan ngela...

Edmodo : E-Learning in a cool way

Gambar
Teknologi dewasa ini seakan sudah menjadi kebutuhan primer bagi hampir setiap manusia di muka bumi. Ditambah lagi dengan semakin canggihnya inovasi yang ditawarkan teknologi untuk membantu mempermudah aktivitas manusia, hal ini seakan memaksa kita mau-tidak-mau harus bersentuhan dengan teknologi agar bisa menyesuaikan dengan zaman. Sebagai seorang pelajar, terutama mahasiswa seperti saya sekarang ini, bersentuhan dengan teknologi bukan lagi hal yang asing. Setiap hari, bahkan hampir setiap saat saya pasti selalu berhadapan dengan teknologi. Tugas- tugas perkuliahan pun semua mengharuskan mahasiswa untuk menggunakan teknologi (laptop, internet).  Salah satu mata kuliah yang mewajibkan mahasiswa untuk menggunakan teknologi adalah mata kuliah Teknologi Komunikasi. Seperti dilihat dari namanya saja, tentu mahasiswa diajarkan bagaimana seputar teknologi informasi yang terjadi atau terbentuk di era yang canggih ini, baik teori maupun praktiknya. Pengalaman menarik tentang pe...

Game Komputer untuk Anak? Boleh atau tidak?

Gambar
Perkembangan teknologi komunikasi yang begitu pesat, hal ini memberikan dampak di berbagai aspek kehidupan manusia. Hal ini juga dirasakan dalam perubahan yang terjadi pada pola komunikasi dan kebudayaan anak. Anak juga merupakan bagian dari masyarakat, dan untuk itu mereka pun menjadi salah satu pelaku dan target media baru yang sebenarnya secara terselubung memiliki tujuan tersendiri.   Kehadiran new media di dunia anak-anak memberikan berbagai pendapat baik positif maupun negatif dari berbagai ahli. Menurut David Buckingham, media baru memiliki potensi positif yang besar, terutama untuk pembelajaran. Sementara di sisi lain, media baru bisa membahayakan dan beresiko. Kekhawatiran mengenai perkembangan media juga mulai muncul pada tahun-tahun awal hadirnya televisi pada tahun 1950-an. Melody (1973) dan Cuban (1986) beranggapan bahwa televisi memiliki dampak positif karena mewujudkan masa depan pendidikan. Namun pada pelaksanaannya rupanya dampak kekerasan di televisi ...